Minggu, 18 Desember 2011

Tumbang Satu,Tumbuh Serdadu

4 hari lalu, pohon pohon tumbang dari akarnya menyisakan jeritan makhluk-makhluk dibawahnya,mereka merengek tentang sisa hutan,tentang sisa-sisa peradaban. Tanah terpaksa menyerap darah, darah bangkai dari hewan-hewan maut karna lapar,bumi dan permatanya pecah, bongkahannya entah kemana rimbanya, air yg menjaganya pergi tanpa warisan tanpa alasan,
mereka hilang, sebab kerakusan tak lagi
waras, apapun ditumbangkan, demi primer, demi skunder-juga demi tersier kebutuhan hidup mereka yang akan maut, mereka yg akan dilumat si api-api.
amanah semakin payah,kepercayaan hidup dengan tabu,
datang lalu pulang kemudian hilang.
munafik semakin picik,keadilan hidup seperti sabu,
gampang dibayar,kadang ada yg jual.
Dimana kasih ibu.
api dan godaannya membakar satu-satunya tempat hidup, apa kita benar-benar sudah jadi setan?
Apapun ditafakuri sebulan kemudian diingkari,
Satu hal mangae, Izrail tak bisa dibohongi tak bisa dinanti-nanti.


\
Hari ke 10 bulan 12 tahun 2011,
Camp15, Kalimantan Tengah
Catatan Harian agungkumin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar